Tak Peduli Status, Semua Ibu Berhak Menyusui

Jakarta, 4 September 2023

Menyusui atau pemberian Air Susu Ibu (ASI) sangat penting bagi ibu dan anak untuk memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisi. Menyusui juga merupakan salah satu investasi terbaik bagi bangsa karena ASI adalah makanan terbaik bagi bayi untuk dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Bahkan Hak ibu menyusui juga tertuang dalam peraturan pemerintah nomor 33 tahun 2012 tentang pemberian ASI eksklusif.

Wakil Menteri Kesehatan Prof Dante Saksono Harbuwono dalam sambutannya saat membuka talkshow puncak pekan ASI sedunia (4/9) mengatakan ASI sangat penting dan selalu ada perjuangan dibalik ibu yang menyusui.

Prof Dante bercerita menyebut Ibu dan Istrinya sebagai pahlawan ASI karena semasa kecil Prof Dante juga mendapatkan ASI selama dua tahun saat ibunya bekerja sebagai seorang guru. Demikian juga dengan Istrinya yang memberikan ASI eksklusif kepada buah hatinya ditengah penyelesaian pendidikan dokter spesialisnya.

“Ibu saya memberikan saya ASI sampai usia dua tahun. Jadi ibu saya juga bekerja sebagai guru jadi beliau memerah susu (ASI) dan disimpan kemudian diberikan kepada saya. Beliau adalah pahlawan pertama dalam hidup saya.” Cerita Prof Dante

Pahlawan yang kedua adalah istri saya, lanjutnya. Istri saya waktu itu sambil sekolah menyelesaikan Pendidikan dokter spesialisnya sambal menyusui anaknya memerah ASInya kemudian disimpan dirumah sakit dibawa pulang.

Prof Dante melanjutkan, bagi ibu bekerja pemberian ASI eksklusif kadang menjadi kendala. Padahal permasalah utama terdapat pada dukungan lingkungan baik di tempat kerja ataupun keluarga.

“Yang menjadi permasalahan utamanya itu ada pada lingkungan tempat kerja dan juga keluarga,” Lanjut Prof Dante.

Prof Dante juga mengatakan berbagai dukungan dapat dilakukan agar ibu bekerja terus menyusui pasti bisa diantaranya dukungan moral dari anggota keluarga, perusahaan atau pemberi kerja menyediakan fasilitas untuk ibu menyusui, pemerintah membuat regulasi yang mendukung praktik menyusui dan meningkatkan pembinaan dan pengawasan di tempat kerja serta khususnya ibu menyusui yang sedang bekerja agar berusaha untuk tetap memberi ASI eksklusif.

Sementara dukungan masyarakat agar ibu bekerja dapat terus menyusui, bisa dimulai dengan membangun lingkungan yang suportif.

PT. Chang Shin Indonesia dapat menjadi contoh untuk perusahaan lain dalam mendukung ibu bekerja terus menyusui karena telah menyediakan fasilitas untuk karyawan yang sedang dalam kondisi menyusui atau hamil.

Arini salah satu karyawan PT. Chang Shin Indonesia merasa bersyukur adanya dukungan dari perusahaan untuk terus menyusui.

“Saya sangat bersyukur perusahaan mendukung kami, saat ini saya jalan 3 bulan ASI eksklusif dan itu sangat memudahkan karena kami diberi waktu serta ruang laktasi untuk memerah ASI,” Kata Arini.

Nur Aida yang juga merupakan salah satu karyawan PT. Chang Shin Indonesia yang memberi ASI eksklusif jalan 23 bulan mengatakan bekerja sudah tidak lagi jadi halangan untuk menyusui karena selain perusahaan telah mendukung Aida juga mendapat dukungan dari keluarga.

“Alhamdulillah bekerja sudah tidak jadi halangan yah karena kami juga mendapat dukungan dari keluarga, dari orang tua mertua, suami alhamdulillah mendukung utamanya pada saat saya down mereka selalu support, jadinya tambah semangat lagi,” Kata Aida

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id (DJ).

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik

dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid

Sumber: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20230904/3643788/tak-peduli-status-semua-ibu-berhak-menyusui/

Sebelumnya

Selanjutnya

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *