Dukungan Kakek Nenek Sukseskan Program Menyusui

Setiap tanggal 1-7 Agustus diperingati sebagai pekan menyusui dunia yang diadakan sejak tahun 1991 dan diikuti lebih dari 170 negara. Tema peringatan tahun 2019 ialah ‘Enable Parents, Enable Breastfeeding atau memberdayakan orang tua, mengaktifkan menyusui”.
Orang tua dalam hal ini bukan saja ibu atau ayah dari bayi tetapi orang tua dari ibu menyusui atau kakek dan nenek dari sang bayi. Seringkali ditemui pada masyarakat ibu menyusui menemui kendala saat tinggal bersama orang tua atau mertua yang kurang mendukung menyusui sampai dua tahun.
Kadang orang tua atau mertua malah menyarankan untuk minum susu formula padahal ASI lebih penting dan memiliki kandungan gizi lengkap untuk bayi. Untuk itu Sentra Laktasi Indonesia atau SELASI mengadakan talkshow pada tanggal 29 Agustus 2019 di Auditorium Serba Guna Gedung Balaikota Jakarta.

tema peringatan ASI sedunia 2019

SELASI merupakan organisasi nonprofit yang memfokuskan kegiatan pada pemberian Standar Emas Makanan Bayi melalui beberapa kegiatan seperti pelatihan, penelitian dan pengembangan, advokasi & promosi dan kemitraan.
Didirikan tanggal 8 Agustus 2003 oleh dr Utami Roesli, SELASI telah meraih prestasi antara lain Runner Up MDG Award sampai penghargaan dari Kementerian Kesehatan atas penanggulangan bencana.
Acara juga dihadiri bapak Parni Hadi selaku wartawan, volunteer dan founder GERLI. Pak Harni di usia yang sudah lanjut terlihat tetap bugar dan semangat mengaku memiliki pengalaman menyusui dari ibunya dari bayi hingga enam tahun.
Manfaatnya beliau menjadi anak yang sehat, cerdas dan aktif di berbagai kegiatan. Pak Parni juga mengajak masyarakat untuk mendukung program menyusui karena banyak manfaat yang diperoleh dan bisa mendukung generasi selanjutnya menjadi lebih baik di masa mendatang.
Selanjutnya ialah sesi sharing ibu Dewi Motik, Marini dan Dewi Ojar yang berbagi pengalaman yang mendapat ilmu menyusui dari ibunya sejak anak-anak bahkan sang kakek ikut merawat cucu dengan bahagia. Karena pengalaman mereka inilah anak-anak atau menantu jadi lancar menyusui bahkan mendorong inisiasi menyusui dini pada ibu baru melahirkan di rumah sakit.
Cerita ini mengingatkan saya akan pengalaman pribadi dengan ibu saya yang aktif menyusui anaknya bahkan saya menyusui sampai usia lima tahun lebih lama dibanding anak-anak lainnya. Hasilnya tubuh saya lebih sehat, cepat berkembang dan ibu saya pun masih aktif melakukan aktivitas  di usia enam puluh tahun lebih.
Ibu Utami Roesli mengatakan sebenarnya menyusui bukan saja hak dari bayi atau anak namun hak bagi ibu agar terhindar dari berbagai penyakit misalnya kanker payudara. Bahkan ibu Utami pernah membantu seorang ibu yang belum pernah memiliki anak namun bisa menyusui dengan menaruh ari-ari pada rahim dan mendekatkan bayi pada ibu angkatnya sehingga dapat mengeluarkan air susu.
Contoh ini bisa menjadi motivasi bagi ibu agar menyusui anaknya sampai dua tahun. Dukungan bagi ibu menyusui dicontohkan oleh ibu Ferry Farhati Ganis sebagai istri gubernur DKI Jakarta yang aktif menyusui keempat anaknya. Bahkan pihaknya akan membuat peraturan gubernur yang mendorong hadirnya ruang menyusui yang layak bagi karyawan kantor.

 

Hal ini sejalan dengan himbauan UNICEF dan WHO tempat kerja ramah laktasi sehingga ibu bekerja bisa memompa ASI dengan nyaman dan bisa menyusui walaupun aktif bekerja. Terakhir sebagai penutup diadakan pemotongan tumpeng sebagai peringatan HUT SELASI ke 16 dan deklarasi dukungan Kakek & Nenek untuk pemberian ASI pada bayi atau anak.

Sebelumnya

Selanjutnya

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *